Tugas 4 Psikologi Manajemen

1. Komunikasi dalam manajemen

a. Definisi Komunikasi

Komunikasi merupakan sebuah proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan melalui saluran tertentu. Adapula yang menyebutkan komunikasi sebagai suatu proses penyampaian pesan (berupa lambang, suara, gambar, dan lain-lain) dari suatu sumber kepada sasaran (audience) dengan menggunakan saluran tertentu. Hal ini dapat digambarkan melalui sebuah percakapan sebagai bentuk awal dari sebuah komunikasi.

Kata komunikasi berasal dari bahasa Latin communicatio yang berarti “pemberitahuan” atau “pertukaran pikiran”. Adapun beberapa definisi komunikasi dari pakar sebagai berikut :

  1. Komunikasi adalah suatu proses interaksi yang mempunyai arti antara sesama manusia. Delton E, Mc
  1. Komunikasi merupakan interaksi antarpribadi yang menggunakan sistem simbol linguistic, seperti sisitem symbol verbal (kata-kata) dan nonverbal. Sistem ini dapat disosialisasikan secara langsung/tahap muka atau melalui media lain (tulisan, oral, dan visual). Karlfried knapp

Dari beberapa definisi tersebut, maka dapat kita golongkan ada 3 pengertian utama komunikasi, yaitu :

  • Pengertian secara etimologis, Komunikasi dipelajari menurut asal-usul kata, yaitu komunikasi berasal dari bahasa Latin communicatio dan perkataan ini bersumber pada kata “comminis” yang berarti sama makna mengenai sesuatu hal yang dikomunikasikan.
  • Pengertian secara terminologis, Komunikasi berarti proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain.
  • Pengertian secara paradigmatic, Komunikasi berarti pola yang meliputi sejumlah komponen berkorelasi satu sama lain secara fungsional untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Contohnya adalah ceramah, kuliah, dan sebagainya. Demikian pula pemberitahuan surat kabar, majalah, penyiaran radio dan telivisi.

b. Proses komunikasi

Proses komunikasi adalah setiap langkah mulai dari saat menciptakan informasi sampai dipahami oleh komunikan. Dalam aplikasinya, lngkah-langkah dalam proses komunikasi adalah sebagai berikut :

  1. Ide, dicipatakan oleh sumber/komunikator.
  2. Ide yang diciptakan kemudian dialihbentukan menjadi lambang-lambang komunikasi yang mempunyai makna makna dan dapat dikirimkan.
  3. Pesan yang telah di-encoding selanjutnya dikirim melalui saluran/media yang sesuai dengan karakteristik lambang-lambang komunikasi ditujukan kepada komunikan.
  4. Penerima menafsirkan isi pesan sesuai dengan persepsinya untuk mengartikan maksud pesan tersebut.
  5. Apabila pesan tersebut telah berhasil di-decoding, khalayak akan mengirim kembali pesan tersebut ke komuikator.

Wilbur Schramm mengatakan bahwa untuk terjadinya proses komunikasi paling sedikit harus memiliki 3 unsur komunikasi, yaitu komunikator, pesan, dan komunikan. Harold D Laswell memperkenalkan 5 formula komunikasi untuk terjadinya suatu proses komunikasi, yaitu :

  • Who yakni berkenaan dengan siapa yang mengatakan.
  • Says What yakni berkenaan dengan menyatakan apa.
  • In Which Channel  yakni berkenaan dengan saluran apa.
  • To Whom  yakni berkenaan dengan ditujukan kepada siapa.
  • With What Effek  yakni berkenaan dengan pengaruh apa.

Berdasarkan formula tersebut, maka terdapat 5 komponen komunikasi agar dapat terjadi proses komunikasi yaitu :

  • KOMUNIKATOR
  • PESAN
  • MEDIA
  • KOMUNIKAN
  • PENGARUH

c. Hambatan Komunikasi

Menurut Robbins (2003), ada empat hambatan komunikasi yang akan mempengaruhi kualitas komunikasi yang kita lakukan :

1. Perbedaan bahasa dan Persepsi

2. Gangguan Komunikasi

Menurut Locker (2000), ada 2 gangguan dalam berkomunikasi, yaitu :

  • Gangguan Emosional

Anda akan kesulitan menyusun pesan jika Anda sedang kecewa, marah, atau takut.

  • Gangguan Fisik

Hambatan komunikasi seringkali bersifat fisik: Hubungan yang buruk, akuistik yang jelek atau tulisan yang tidak dapat dibaca.

3. Overload Informasi

Penelitian baru-baru ini dilakukan di USA oleh organisasi Gallup (Gomez-Mejia dkk, 2004), menemukan bahwa pada hari biasa rata-rata karyawan kantor mengirimkan dan menerima 190 pesan. Teknologi baru pada satu sisi semakin mempermudah pekerjaan staf administrasi, namun di sisi lain juga menambah beban mereka. Sebagai akibatnya, sebagian besar orang terbenam dalam pesan dan akan mengabaikan berita yang menurut mereka tidak penting, menunda menanggapinya, atau menjawab tidak lengkap atau tidak akurat.

4. Penyaringan yang Tidak Tepat

Menyaring adalah membuang atau menyingkat informasi sebelum pesan itu diteruskan kepada orang lain. Namun, apabila hal tersebut mempengaruhi jumlah dan mutu informasi yang diteruskan, tentu akan mempengaruhi komunikasi yang diharapkan.

d. Definisi Komunikasi Interpersonal

Komunikasi interpersonal merupakan komunikasi yang berlangsung dalam situasi tatap muka antara dua orang atau lebih, baik secara terorganisasi maupun pada kerumunan orang. Barnlund mendefinisikan komunikasi interpersonal sebagai pertemuan antara dua, tiga orang, atau mungkin empat orang, yang terjadi sangat spontan dan tidak berstruktur. Barnlund sebagaimana dikutip oleh Alo Liliweri (1991) mengemukakan beberapa cirri untuk mengenali komunikasi interpersonal, sebagi berikut :

  1. Bersifat spontan
  2. Tidak mempunyai struktur
  3. Terjadi secara kebetulan
  4. Tidak mengejar tujuan yang telah direncanakan
  5. Identitas keanggotaannya tidak jelas
  6. Dapat terjadi hanya sambil lalu

 2. Pelatihan dan Pengembangan

a. Definisi Pelatihan

Menurut Sikula (1976) pelatihan adalah proses pendidikan jangka pendek yang mempergunakan prosedur sistematis dan terorganisir, sehingga tenaga kerja nonmajerial mempelajari pengetahuan dan keterampilan teknis untuk tujuan tertentu. Sedangkan pengembangan adalah proses pendidikan jangka panjang yang mempergunakan prosedur sistematis dan terorganisir, sehingga tenaga kerja manajerial mempelajari pengetahuan konseptual dan teoritis untuk tujuan umum.

b. Tujuan dan sasaran pelatihan dan pengembangan

Tujuan dari pelatihan dan pengembangan secara umum dapat dirumuskan sebagai berikut (Sikula, 1976) :

1. Meningkatkan Produktivitas

Pelatihan dan pengembangan selain diberikan kepada tenaga kerja baru, diberikan juga kepada tenaga kerja yang sudah lama bekerja.

Pelatihan dan pengembangan dapat meningkatkan taraf prestasi tenaga kerja pada jabatannya sekarang. Prestasi kerja yang meningkat mengakibatkan peningkatan dari produktivitas.

2. Meningkatkan Mutu

Pelatihan dan pengembangan yang tepat juga meningkatkan kualitas atau mutu dari perusahaan.

3. Meningkatkan Ketepatan dalam Perencanaan Sumber Daya Manusia

Pelatihan dan pengembangan yang tepat dapat membantu perusahaan untuk memenuhi keperluannya akan tenaga kerja dengan pengetahuan dan keterampilan tertentu di masa yang akan datang.

4. Meningkatkan Semangat Kerja

Suasana organisasi pada umumnya menjadi lebih baik jika perusahaaan mempunyai program pelatihan yang tepat.

5. Menarik dan Menahan Tenaga Kerja yang Baik

Para tenaga kerja, terutama para managernya memandang kemungkinan untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan sebagai bagian dari imbalan jasa dari perusahaan terhadap mereka.

6. Menjaga Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Pelatihan yang tepat dapat membantu menghindari timbulnya kecelakaan di perusahaan.

7. Menghindari Keusangan

Usaha pelatihan dan pengembangan diperlukan secara terus menerus supaya para tenaga kerja dapat mengikuti perkembangan terakhir dalam bidang kerja mereka masing-masing.

8. Menunjang Pertumbuhan Pribadi

Pelatihan dan pengembangan tidak hanya menguntungkan perusahaan tetapi juga menguntungkan tenaga kerja sendiri.

Sasaran Pelatihan dan pengembangan :

Mager (1962) memberikan tiga aspek untuk merumuskan sasaran subjek pembahasan /latihan dengan baik, yaitu dalam setiap sasaran hendaknya :

  • Ada uraian tentang situasi yang diberikan
  • Ada uraian tentang apa yang harus dilakukan
  • Ada uraian tentang bagaimana baiknya trainee melaksanakannya

Sasaran dapat dibedakan berdasarkan jenis perilaku yang hendak ditimbulkan melalui latihan, yaitu :

  • Sasaran Kognitif -> menggambarkan perilaku kognitif seperti pada contoh mampu mengidentifikasi, mampu menganalisis dan sebagainya.
  • Sasaran Afektif -> meliputi perilaku yang berhubungan dengan perasaan dan sikap. Perilaku tentang suatu kesediaan, kecenderungan.
  • Sasaran Psikomotor -> Meliputi perilaku gerak. Contoh dapat mengetik.

c. Faktor Psikologi dalam Pelatihan dan Pengembangan

Salah satu hasil riset yang dilakukan terhadap para manager HRD menunjukan bahwa lebih dari 50% responden menyebutkan Psikologi Industri dan Organisasi memberikan peran penting pada area-area seperti pengembangan manajemen SDM (rekrutmen, seleksi, dan penempatan, pelatihan dan pengembangan), motivasi kerja, moral dan kepuasan kerja. Dalam kenyataan sehari-hari banyak faktor-faktor psikologis yang mempengaruhi seseorang dalam bekerja.

d. Teknik dan Metode Pelatihan

Program-program pelatihan dan pengembangan dirancang untuk meningkatkan perestasi kerja, mengurangi absensi dan perputaran, serta memperbaiki kepuasan kerja. Ada dua kategor pokok program pelatihan dan pengembangan manajemen. (Decenzo&Robbins:1999:230): The most popular training and development methods used by organization can be classified as either on-the-job training. In the following pages, we will briefly introsce the better know techniques of each category.

  1. Metode praktis (on the job training)
  2. Teknik-teknik presentasi informasi dan metode-metode simulasi (off the job training) Masing-masing kategori mempunyai sasaran pengajaran sikap konsep atau pengetahuan dan/atau keterampilan utama yang berbeda. Dalam pemilihan teknik tertentu untuk dugunakan pada program pelatihan dan pengembangan, ada beberapa trade offs. Ini berarti tidak ada satu teknik yang selalu baik: metode tergantung pada sejauh mana suatu teknik memenuhi faktor-faktor berikut:
  3. Efektivitas biaya.
  4. Isi program yang dikehendaki
  5. Kelayakan fasilitas-fasilitas
  6. Preferensi dan kemampuan peserta
  7. Preferensi dan kemampuan instruktur atau pelatih
  8. Prinsip-prinsip belajar Teknik-teknik on the job merupakan metode latihan yang paling banyak digunakan.

Karyawan dilatih tentang pekerjaan baru dengan sepervise langsung seorang pelatih yang berpengalaman (biasanya karyawan lain). Berbagai macam teknik ini yang bisa digunakan dalam praktek adalah sebagai berikut:

  1. Rotasi jabatan
  2. Latihan instruksi pekerjaan
  3. Magang (apprenticeships)
  4. Coaching
  5. Penugasan sementara

Teknik-teknik off the job, dengan pendekatan ini karyawan peserta latihan menerima representasi tiruan (articial) suatu aspek organisasi dan diminta untuk menanggapinya seperti dalam keadaan sebenarnya. Dan tujuan utama teknik presentrasi (penyajian) informasi adalah untuk mengajarkan berbagai sikap, konsep atau keterampilan kepada para peserta. Metode yang bisa digunakan adalah:

  1. Metode studi kasus
  2. Kuliah
  3. Studi sendiri
  4. Program computer
  5. Komperensi
  6. Presentasi

Metode Pelatihan dikelas terdiri atas :

  1. Kuliah
  2. Diskusi Kelompok
  3. Studi Kasus
  4. Role Playing
  5. Programmed instruction
  6. Simulasi

Implementasi program pelatihan dan pengembangan berfungsi sebagai Implementasi program pelatihan dan pengembangan berfungsi sebagai proses transformasi. Pata tenaga kerja (karyawan) yang tidak terlatih diubah menjadi karyawan-karyawan yang berkemampuan dan berkulitas dalam bekerja, sehingga dapat diberikan tanggungjawab lebih besar.

Sumber :

Suprapto, Tommy. 2009. “Pengantar Teori Dan Manajemen Komunikasi”. Medpress : Yogyakarta

http://books.google.co.id/books?id=xtHs4pLWdqAC&pg=PA17&lpg=PA1&ots=JfQXGHUSg8&focus=viewport&dq=definisi+komunikasi+&lr=&hl=id&output=html_text

Sukoco, M Badri. 2007. “Manajemen Administrasi Perkantoran Modern”. Erlangga: Jakarta

Wiryanto. 2004. “Pengantar Ilmu Komunikasi”. Grasindo: Jakarta

https://www.google.co.id/url?q=http:/www.e-psikologi.com/artikel/organisasi-industri/peran-psikologi-dalam-perusahaan&sa=U&ei=zviVNaWLYbi8AX2pYCoCw&ved=0CAsQFjAA&usg=AFQjCNHhJ19j2t7fzwB-j0BCDxmcBcmohQ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s