Psikologi Manajemen 2

#Pengorganisasian struktur dan manajemen
A. Definisi Pengorganisasian
Pengorganisasian merupakan suatu proses untuk merancang struktur formal, mengelompokan dan mengatur serta membagi tugas-tugas atau pekerjaan diantara para anggota organisasi, agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien.
Adapun pengertian Pengorganisasian yang lain yaitu keseluruhan proses pengelompokan orang-orang, alat-alat, tugas-tugas, tanggung jawab dan wewenang sedemikian rupa sehingga tercipta suatu organisasi yang dapat di gerakan sebagai suatu kesatuan dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan.
Pengorganisasian menitik beratkan pada penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan, sumber daya yang dimiliki, serta lingkuan yang melingkupinya. Terdapat 2 (dua) aspek utama dalam penyusunan sturktur organisasi yaitu :
1. Departementalisasi
Departementalisasi merupakan pengelompokan kegiatan-kegiatan kerja suatu oraganisasi agar kegiatan0kegiatan yang sejenis dan saling berhubungan dapat dikerjakan bersama.
2. Pembagian Kerja
Pembagian kerja adalah perincian tugas pekerjaan agar setiap individu dalam organisasi bertanggung jawab untuk dapat melaksanakan sekumpulan kegiatan yang terbatas.

B. Pengorganisasian Sebagai Fungsi Manajemen

Dengan mengembangankan fungsi pengorganisasian seseorang manajer dapat mengetahui :
a. Pembagian tugas untung perorangan dan kelompok
b. Hubungan organisasi antar manusia yang menjadi anggota dan staffsebuah organisasi
c. Pendegelasian wewenang
d. Pemnafaatan dan fasilitas fisik yang dimiliki organisasi

#Actuating Manajemen
A. Definisi Actuating
Menurut Siagan, keseluruhan usaha, cara, teknik, dan metode untuk mendorong para anggota organisasi agar mau dan ikhlas bekerja dengan sebaik mungkin demi tercapainya, tujuan organisasi yang efektif , efisien dan ekonomis.
Adapun pengertian lain Actuating adalah merupakan usaha menggerakan anggota-anggota kelompok sedemikian rupa hingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai suatu sasaran.

B. Pentingnya Actuating
Hal yang penting untuk diperhatikan dalam pelaksanaan (actuating) ini adalah bahwa seorang karyawan akan termotivasi untuk mengerjakan sesuatu jika :
1. Merasa yakin akan mampu mengerjakan
2. Yakin bahwa pekerjaan tersebut memberikan manfaat bagi dirinya
3. Tidak sedang dibebani oleh problem pribadi atau tugas yang lain yang lebih penting atau mendesak
4. Tugas tersebut merupakan kepercayaan bagi yang bersangkutan
5. Hubungan antar teman dalam organisasi tersebut harmonis

C. Prinsip Actuating
Actuating (Pengarahan) merupakan hubungan manusia dalam kepemimpinan yang mengikat para bawahan agar bersedia mengerti dan menyumbangkan tenaganya secara efektif serta efisien dalam pencapaian tujuan suatu organisasi. Di dalam manajemen, pengarahan ini bersifat sangat kompleks karena disamping menyangkut manusia juga menyangkut berbagai tingkah laku dari manusia-manusia itu sendiri. Manusia dengan berbagai tingkah lakunya yang berbeda-beda. Ada beberapa prinsip yang dilakukan oleh pimpinan perusahaan dalam melakukan pengarahan yaitu :
1. prinsip mengarah kepada tujuan
2. prinsip keharmonisasian dengan tujuan
3. prinsip kesatuan komando
Pada umumnya pimpinan menginginkan pengarahan kepada bawahan dengan maksud agar mereka bersedia untuk bekerja sebaik mungkin, dan diharapkan tidak menyimpang dari prinsip-prinsip di atas. Cara-cara pengarahan yang dilakukan dapat berupa :
1.orientasi
Yang merupakan cara pengarahan dengan memberikan informasi yang perlu supaya kegiatan dapat dilakukan dengan baik.
2.perintah
Yang merupakan permintaan dari pimpinan kepada orang yang berada di bawahnya untuk melakukn atau mengulangi suatu kegiatan tertentu pada keadaan tertentu
3. Delegasi wewenang
Dalam pendelegasian wewenang ini pimpinan melimpahkan sebagian dari wewenang yang dimilikinya kepada bawahannya.

#Mengendalikan Fungsi Manajemen
A. Definisi Controlling
Menurut George G. Terry mengartikan sebagai mendeterminasi apa yang dilaksanakan, maksudnya mengevaluasi prestasi kerja dan apabila perlu, menerapkan tindakan-tindakan korektf sehingga hasil pekerjaan sesuai dengan rencana yang telah di tetapkan robin menyatakan controlling itu merupaKan suatu proses aktifitas yang sangat mendasar, sehingga membutuhkan seorang manager untuk menjalankan tugas dan pekerjaan organisasi.
Siagian menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan controlling adalah proses pengamatan daripada pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi untuk menjamin agar semua pekerjaan yang sedang dilakukan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya.
Dale mengatakan bahwa controlling tidak hanya melihat sesuatau dengan seksama dan melaporkan hasil kegiatan mengawasi, tetapi juga mengandung arti memperbaik dan meluruskanna sehingga mencapai tujuan sesuai dengan apa yang direncanakan.
B. Kontrol Sebagai Proses Manajemen
Kontrol merupakan bagian dari fungsi manajemen. Fungsi manajemen meliputi: Planning, Organizing Staffing, Leading, and Controlling. Sistem Pengendalian manajemen tidak hanya menyangkut aspek manufaktur saja. Dalam proses pengendaliannya sector jasa mempunyai karakteristik yang relatif berbeda disbanding sector manufaktur. Sektor jasa salah satunya adalah pendidikan.
C. Tipe-tipe Kontrol
Beberapa tipe-tipe control yaitu:
1. Preliminary control
Audit terhadap faktor input dan mengacu pada komponen dalam akreditasi pelayanan.
2. Concurrent control
Concurrent control yaitu pengawasan “Ya”-Tidak” dimana suatu aspek dari prosedur harus memenuhi syarat yang ditentukan sebelum kegiatan dilakukan guna menjamin ketepatan pelaksanaan kegiatan.
Adapun pengertian lain adalah Audit pada tahap proses penyelenggaraan pelayanan yang meliputi
– penerapan standar pelayanan
– Penerapan standar proses penyelenggaran pelayanan termasuk evaluasi kepuasan konsumen tehadap proses penyelenggaraan pelayanan
3. Feed-back control
Yaitu mengukur hasil suatu kegiatan yang telah dilaksanakan, guna mengukur penyimpangan yang mungkin terjadi atau tidak sesuai dengan standar.

#Motivasi
A. Definisi Motivasi
Motivasi, menurut Stoner, adalah sesuatu yang menyebabkan menyalurkan dan melestarikan perilaku seseorang. Motivasi diartikan sebagai keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai tujuan.
B. Teori-teori motivasi
Bila dikalsifikasikan secara sederhana terbagi dalam tiga kelompok, yaitu :
1. Teori Pemuasan Kebutuhan
Dalam tori ini dibicarakan faktor-faktor yang ada didalam diri individu yang menyebabkan mereka melakukan tindakan tertentu. Teori-teori yang sangat terkenal diantaranya hirarkikebutuhan dari Abraham Maslow. Maslow mengajukan bahwa ada lima kelompok kebutuhan, yaitu kebutuhan fisiologis, rasa aman, sosial, harga diri, dan aktualisasi diri.
Menurut Maslow, individu dimotivasi oleh kebutuhan yang belum dipuaskan, yang paling rendah, paling dasar dalam tata tingkat. Begitu tingkat kebutuhan ini dipuaskan, ia tidak akan lagi memotivasi perilaku. Maslow juga menekankan bahwa makin tinggi tingkat kebutuhan, makin tidak penting ia mempertahakan hidup (survival) dan makin lama pemenuhannya dapat ditunda.
– Kebutuhan fisiologis
Kebutuhan yang timbul berdasarkan kondisi fisiologikal tubuh kita, seperti kebutuhan akan makanan dan minuman.
– Kebutuhan rasa aman
Kebutuhan ini mencakup kebutuhan untuk dilindungi dari bahaya dan ancaman fisik. Dalam pekerjaan, dapat dijumpai kebutuhan ini dalam bentuk rasa asing sewaktu menjadi tenaga kerja baru.
– Kebutuhan sosial
Kebutuhan ini mencakup member dan menerima persahabatan, cinta kasih, rasa memiliki. Dalam pekerjaan kita jumpai kelompok informal yang merupakan kegiatan untuk memenuhi kebutuhan sosial seorang pekerja.
– Kebutuhan harga diri
Kebutuhan harga diri meliputi 2 jenis :
a. Mencakup faktor-faktor internal, seperti kebutuhan harga diri, kepercayaan diri, otonomi dan kompetensi.
b. Mencakup faktor-faktor eksternal yang menyangkut reputasi seperti mencakup kebutuhan untuk dikenali, diakui, dan status.
– Kebutuhan Aktualisasi-diri
Kebutuhan untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan kemampuan yang dirasa dimiliki. Kebutuhan ini mencakup kebutuhan untuk menjadi kreatif, kebutuhan untuk dapat merealisasikan.
Selain teori dari Abraham Maslow, terdapat juga teori Dua Faktor menurut Herzberg (1966) ada dua jenis faktor yang mendorong seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan dan menjauhkan diri dari ketidakpuasan. Dua faktor itu yaitu :
a. Faktor Hygene
Memotivasi seseorang untuk keluar dari ketidak puasan, termaqsuk didalamnya adalah hubungan antar manusia, imbalan, kondisi lingkungan yang merupakan faktor ekstrinsik.
b. Faktor Motivator
Memotivasi seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan, yang termasuk didalamnya adalah achievement, pengakuan, kemajuan tingakt kehidupan yang merupakan faktor instrinsik.
2. Teori Proses
Teori ini mengemukakan tentang bagaimana dan berdasar tujuan apa individu itu termotivasi. Dalam teori proses terdapat :
a. Reinforcement theory
Teori ini berhubungan dengan teori belajar operant conditioning dari skinner. Teori ini mempunyai dua aturan pokok yaitu aturan pokok yang berhubungan dengan pemerolehan jawaban-jawaban yang benar, dan aturan pokok lainnya berhubungan dengan penghilangan jawaban-jawaban yang salah.pemerolehan dari satu perilaku menuntut adanya satu pengukuhan sebelumnya. Pengukuhan dapat terjadi positif ( pemberian ganjaran untuk satu jawaban yang diinginkan) atau negatif (menghilangkan satu rangsangan aversif jika jawaban yang diinginkan telah diberikan).
b. Expentancy
Dikembangkan oleh vroom, lalu teori ini dikembangkan lebih lanjut oleh ahli lain yaitu porter and lawler. Porter and lawler mengajukan 4 asumsi yaitu
1. Orang mempunyai pilihan-pilihan antara berbagai hasil-keluaran yang secara potensial dapat mereka gunakan.
2. Orang mempunyai harapan-harapan tentang kemungkinan bahwa upaya (effort = e) mereka akan mengarah ke perilaku unjuk kerja ( performance=p) yang di tuju.ini diungkapkan sebagai e-p
3. Orang mempunyai harapan – harapan tentang kemungkinan bahwa hasil-hasil keluaran (outcomes = O) tertentu akan diperoleh setelah unjuk kerja (P) mereka. Ini diungkapkan dalam rumusan P – O
4. Dalam setiap situasi, tindakan-tindakan dan upaya yang berkaitan dengan tindakan-tindakan tadi yang dipilih oleh seseorang untuk dilaksanakan ditentukan oleh harapan-harapan (E-P) dan (P-O)

C. Definisi Motivasi Kerja
Pada dasarnya motivasi dapat memacu karyawan untuk bekerja keras sehinga dapat mencapai tujuan mereka. Hal ini akan meningkatkan produktivitas kerja karyawan sehinga berpengaruh pada pencapaian tujuan perusahan.
Menurut Veithzal (209: 838) ada tiga faktor sumber motivasi, yakni
1) Kemungkinan untuk berkembang.
2) Jenis Pekerjan.
3) Apakah mereka dapat merasa banga menjadi bagian dari perusahan di
tempat mereka bekerja.

#Kepuasan Kerja
A. Definisi Kepuasan Kerja
Howell dan Dipboye (1986) memandang kepuasan kerja sebagai hasil keseluruhan dari derajat rasa suka atau tidak sukanya tenaga kerja terhadap berbagai aspek dari pekerjaannya. Dengan kata lain kepuasaj kerja mencerminkan sikap tenaga kerja terhadap pekerjaannya.
Kepuasan kerja merupakan tenaga kerja yang puas dengan pekerjaannya merasa senang dengan pekerjaannya itu adalah pengertian secara singkat yang dikemukakan oleh locke. Kepuasan kerja dapat berupa meningkatkan atau menurunnya prestasi kerja pegawai, pergantian pegawai (turnover), kemangkiran atau pencurian (davis, keith, 1985).
Teori dalam kepuasan kerja yaitu
1. Discrepancy theory
Teori ini disebut teori pertentangan dari locke yang menyatakan bahwa kepuasan atau ketidakpuasan terhadap beberapa aspek dari pekerjaan yang mencerminkan penimbangan 2 nilai yaitu:
a. Pertentangan yang di persepsikan antara apa yang diinginkan seorang individu dengan apa yang ia terima.
b. Pentingnya apa yang diinginkan bagi individu
Menurut locke seseorang individu akan merasa puas atau tidak puas merupakan sesuatu yang pribadi , tergantung bagaimana ia mempersepsikan adanya kesesuaian atau pertentangan antara keinginan-keinginannya dan hasil-keluarannya.
2. Opponent-proces theory
Teori ini disebut teori proses- bertentangan yang mengasumsikan bahwa kondisi emosional yang ekstrim tidak memberikan kemaslahatan. Kepuasan atau ketidakpuasan kerja (dengan emosi yang berhubungan) memacu mekanisme fisiolgikal dalam system pusat saraf yang membuat aktif emosi yang bertentangan atau berlawanan.
B. Aspek-aspek Kepuasan Kerja
Dalam hal ini ada 3 aspek lain yang juga penting :
1. Sebuah perusahaan dapat memperbaiki keadaan atau situasi kerja dengan cara meningkatkan kepuasaan kerja dikalangan karyawan.
2. Benar-benar menguntungkan dari segi materil apabila dapat diketahui faktor-faktor yang membantu terciptanya kepuasan kerja.
3. Menghasilkan prosedur penyeleksian karyawan yang lebih baik.
Selain itu dapat dibedakan menjadi 3 aspek yaitu:
– Pekerjaan secara khusus
– Karakteristik individu
– Hubungan di luar pekerjaan

C. Faktor-Faktor Penentu Kepuasan Kerja
Banyak faktor yang telah diteliti sebagai faktor-faktor yang mungkin menentukan kepuasan kerja.
1. Ciri-ciri intrisik pekerjan
Menurut Locke, cirri-ciri intrisik dari pekerjaan yang menentukan kepuasan kerja ialah keragaman, kesulitan, jumlah pekerjaan, tanggung jawab, otonomi, kendali terhadap metode kerja,kemajemukan dan kreativitas.
2. Gaji penghasilan, imbalan yang dirasakan adil (Equitable Reward)
Herzberg memasukan faktor gaji atau imbalan ke dalam faktor kelompok hygiene. Jika dianggap gajinya terlalu rendah, tenaga kerja akan meras tidak puas. Namun sebaliknya jika dirasa sesuai harapan mak aistilah Herzberg adalah tenaga kerja tidak lagi merasa tidak puas. Artinya tidak ada dampak pada motivasi kerjanya.
3. Penyeliaan
Locke memberikan kerangka kerja teoritis untuk memahami kepuasaan tenaga kerja dengan penyeliaan. Dia menemukan 2 jenis dari hubungan atasan-bawahan : Hubungan funsional dan keseluruhan (Entity). Hubungan fungsional mencermikan sejauh mana penyelia membantu tenaga kerja, untuk memuaskan nilai-nilai pekerjaan yang penting bagi tenaga kerja. Misalnya jika kerjanya menantang penting bagi tenaga kerja, penyeliannya membantu memberikan pekerjaan yang menantang kepadanya.
4. Rekan-rekan sejawat yang menunjang
Didalam kelompok kerja dimana para pekerjanya harus bekerja sebagai satu tim, kepuasan kerja mereka dapat timbul karena kebutuhan-kebutuhan tingkat tinggi mereka (Kebutuhan harga diri, kebutuhan aktualisasi diri) dapat dipenuhi, dan mempunyai dampak pada motivasi kerja mereka. Misalnya pada kelompok gugus kendali mutu yang merupakan problem solving team.
5. Kondisi kerja yang menunjang
Bekerja dalam ruanga yang sempit, panas, yang cahaya lampunya menyilaukan mata, kondisi kerja yang tidak mengenakan (Uncomfortable) akan menimbulkan keengganan untuk bekerja. Orang akan menacari alasan untuk sering-sering keluar ruangan kerjanya. Perusahaan perlu menyediakan ruang kerja yang terang, sejuk, dengan peralatan kerja yang enak untuk digunakan, meja dan kursi yang dapat diatur tinggi rendah, miring tegak duduknya. Kondisi kerja yang memperhatikan prinsip-prinsip ergonomi. Dalam kondisi kerja seperti itu kebutuhan-kebutuhan fisik di penuhi dan memuaskan tenaga kerja.

#Tulisan
Kasus
Hari Buruh sedunia diperingati para buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Kalbar dengan unjuk rasa santun dan tertib di gedung DPRD Kalbar, Selasa (1/5). Seratusan buruh yang mengusung puluhan bendera dan spanduk serta pamflet berisikan tuntutan serta desakan terhadap Pemprov dan DPRD Kalbar tentang perbaikan nasib mereka. Sementara Ketua Kadinda Kalbar, pengusaha Budiono Tan, dan beberapa perusahaan dikecam para buruh.
Salah satu tuntutan massa buruh ditujukan kepada Ketua Kadin Kalbar agar mencabut pernyataannya tentang pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan buruh-buruh pertambangan, terkait jika diberlakukannya Peraturan Menteri ESDM No 07/2012. Tidak jelas bagaimana bentuk tuntutan serta pernyataan para buruh anggota KSBSI tersebut, namun mereka ingin kejelasan bagaimana soal PHK para buruh pertambangan di Kalbar.
Sejauh ini belum tersiar kabar adanya perusahaan yang membredel atau membubarkan serikat pekerja. Namun para demonstran meminta pembredelan terhadap serikat buruh dihentikan. Terkait hal tersebut, KSBSI Kalbar mendesak adanya peraturan daerah (perda) tentang ketenagakerjaan di provinsi ini.
PHK buruh
Sementara itu problem yang paling sering dihadapi buruh industri adalah PHK tanpa pesangon akibat perusahaan mengabaikan kewajibannya. Karena itu KSBSI Kalbar mendesak penuntasan kasus-kasus PHK dan ketenagakerjaan yang masih menggantung, seperti dilakukan Benua Indah Group dan Wana Bhakti Agung.
Aksi para buruh di gedung dewan itu disambut Sekretaris Komisi D DPRD Kalbar Andry Hudaya Wijaya SH MH. Menurutnya, banyak ketidaklogisan dalam masalah perburuhan di provinsi ini. “Misalnya saja di Kabupaten Ketapang, ada pengusaha kaya Budiono Tan yang dihormati penguasa, tetapi masih berutang kepada petani Rp 25 miliar,” ungkap politisi daerah pemilihan Ketapang-KKU ini.
Boediono Tan merupakan pemilik Benua Indah Grup yang masih harus menanggung masalah perburuhan di sektor perkebunan dan industri sawit di Kabupaten Ketapang. Masalah itu baru satu dari sekian banyak problem buruh di Indonesia, khususnya Kalbar. Terkait tuntutan buruh itu, Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD Kalbar ini mengatakan ada yang perlu ditindaklanjuti. “Ditindaklanjuti sekarang, segera, maupun akan dibicarakan selanjutnya,” ujar Andry.
Dalam waktu dekat, sambung dia, pihaknya akan melakukan rapat kerja dengan instansi terkait seperti Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalbar. Ini untuk mengkaji mana-mana saja tuntutan buruh yang dapat ditindaklanjuti oleh legislatif maupun eksekutif. “Secara kelembagaan harus kami bicarakan di Komisi D. Saya melihat ada beberapa tuntutan yang harus segera disikapi seperti menuntaskan kasus-kasus PHK yang masih menggantung di PT BIG, PT WBA di Kubu Raya, PT Aqua Sreeam, dan PT MKK. Kami perlu mendapat penjelasan dari Disnakertrans Kalbar sejauh mana penanganannya oleh pemerintah provinsi,” jelas Andry.
Raperda ketenagakerjaan
Dalam hal pembuatan perda tentang ketenagakerjaan sebagaimana tuntutan buruh, Andry masih mempertanyakan materinya kepada Disnakertrans apakah pemerintah provinsi siap untuk menyusun raperdanya. Jika tidak siap, bisa melalui inisiatif DPRD. “Namun saya kira kami di DPRD perlu di-support dengan data-data dan informasi-informasi terkait persoalan ketenagakerjaan untuk dituangkan dalam sebuah raperda. Hanya memang terbentur dengan program Legislasi Daerah (Prolegda), di mana untuk 2012 sudah ada sejumlah raperda yang kita sepakati untuk dibahas,” terang Andry.
Menyikapi kondisi tersebut, kata dia, DPRD khususnya Komisi D terbuka menerima masukan dari pihak-pihak yang selama ini konsisten pada permasalahan ketenagakerjaan, supaya pada akhir tahun 2012, sudah punya draf raperda ketenagakerjaan untuk dimasukkan ke Program Legislasi Daerah tahun 2013, yang disepakati dengan eksekutif, dalam hal ini gubernur setiap awal tahun.
Menurut Andry, permasalahan yang perlu didalami adalah soal hubungan industrial, permasalahan terkait kebebasan berserikat, terkait pengupahan, dan terkait sanksi yang diatur dalam UU Ketenagakerjaan. Sehingga keberadaan perda itu nantinya harus mampu meminimalisasi permasalahan yang ada. Terpisah, Direktur Lembaga Pengkajian dan Study Arus Informasi Regional (LPS-AIR) Deman Huri menyarankan agar perda ketenagakerjaan diarahkan untuk menjawab permasalahan sosial yang terjadi. Perda juga harus mampu meminimalisasi dampak negatif atas pelaksanaan peraturan perundang-undangan yang ada, akibat ketidakjelasan, multitafsir, serta tidak adanya sanksi yang tegas atas pelanggaran dan substansi yang tidak definitif dari UU yang berlaku.
“Pembahasan raperda ketenagakerjaan jangan dilakukan secara gegabah dan tergesa-gesa. Seluruh stakeholder ketenagakerjaan harus dilibatkan secara proporsional dan diberi waktu yang cukup untuk melakukan kajian terhadap pasal-pasalnya,” pungkas Deman. (jul).

Analisis
Berdasarkan Kasus diatas dapat disimpulkan bahwa kasus yang terjadi diatas termasuk ke dalam kasus motivasi kerja yakni berdasarkan salah satu teori dasar motivasi hierarki kebutuhan oleh Abraham Masslow yakni yang merupakan teori motivasi yang terdiri dari 5 macam kebutuhan diantaranya fisiologis, keamanan, sosial, penghargaan dan aktualisasi diri. Pemutusan hubungan kerja dalam kasus tersebut, para pekerja tidak dapat memenuhi 5 kebutuhan fisiologis yakni Kebutuhan yang timbul berdasarkan kondisi fisiologikal tubuh kita seperti makan, minum danlain sebagainya. Dengan diberhentikannya mereka, membuat para pekerja tidak dapat memperoleh uang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan fisiologis tersebut.
Kasus ini juga dapat dikaitkan berdasarkan teori Herzberg, yang merupakan teori dua faktor yakni para pekerja dalam melakukan pekerjaannya dipengaruhi oleh dua faktor Dua Faktor menurut Herzberg (1966) ada dua jenis faktor yang mendorong seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan dan menjauhkan diri dari ketidakpuasan. Dua faktor itu yaitu : Faktor HYgene dan faktor Motivator dimana buruh yang di PHK mengalami Ketidakpuasaan kerja.

Sumber:
Munandar, Ashar Sunyoto . (2001) . Psikologi Industri dan Organisasi . Universitas Indonesia : Jakarta .
Wijono, Sutarto . (2010) . Psikologi Industri dan Organisasi Dalam Suatu Bidang gerak Psikologi Sumber Daya Manusia . Prenanda Media Group : Jakarta.
Yahya, Yohanes . (2006) . Pengantar Manajemen . Graha Ilmu : Yogyakarta.
Zamani . (1998) . Manajemen . Badan Penerbit IPWI : Jakarta.
Noviansyah & Zunaidah. (2011). Pengaruh stres kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pt. perkebunan minanga ogan baturaja. Jurnal Manajemen dan Bisnis Sriwijaya, 9, 45

http://www.slideshare.net/joko.prasetiyo.spd/management-controll-system-sistem-pengendalian-manajemen-di-smk-negeri-1-bintan

http://id.scribd.com/doc/244100639/Definisi-Actuating-Manajemen
http://www.equator-news.com/utama/20120502/demo-buruh-kalbar-berkutat-soal-phk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s