A. #PTI Syarat dan Etika Dalam Melakukan Publikasi Online #PTI Pagiarisme

  1. A. 1.) #PTI Syarat dan Etika Melakukan Publikasi Online

Publikasi menurut definisi hukum dan hak cipta adalah sebuah istilah teknis dalam konteks hukum dan utama dalam hukum hak cipta. Seorang penulis umumnya adalah pemilik awal dari suatu hak cipta bagi pekerjaannya. Suatu hak cipta diberikan bagi penulis atas karyanya, dimana hal itu merupakan hak ekslusif yang diberikan untuk mempublikasikan hasil karyanya.

Di AS publikasi didefinisikan sebagai distribusi salinan untuk masyarakat melalui penjualan atau pengalihan kepemilikan lainnya, atau dengan sewa menyewa, atau meminjamkan. Penawaran untuk mendistribusikan salinan kepada sekelompok orang untuk tujuan distribusi lebih lanjut, kinerja publik, atau tampilan publik, merupakan suatu bentuk publikasi. Sebuah kinerja publik atau menampilkan suatu karya tidak dengan sendirinya dapat dikatakan suatu bentuk publikasi.

Melakukan atau menampilkan karya “publik berarti melakukan atau menampilkannya ditempat terbuka untuk umum atau disetiap tempat dimana sejumlah besar orang diluar lingkaran normal dari suatu keluarga dan kenalan sosial, atau mengirimkan atau berkomunikasi atau menampilkan kinerja ketempat yang ditetapkan oleh ayat (1) atau kepada publik, dengan perangkat atau proses, apakah anggota masyarakat mampu menerima kinerja atau penampilannnya ditempat yang sama atau ditempat terpisah, pada saat yang sama atau pada waktu yang berbeda.

Publikasi online membawa catatan ”age of document” pada setiap dokumennya. Dengan demikian menurut Romi Satria Wahono narasumber workshop “publikasi online” 10 desember 2009 , boleh disimpulkan bahwa publikasi online justru sebenarnya dapat mencegah terjadinya pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual, khususnya jenis hak cipta. Berbagai teknologi dan strategi juga bisa digunakan untuk mencegah dan memberikan punishment bagi pelaku pelanggaran, terutama community punishment.

Kegiatan publikasi online dapat membantu mencari, mendapatkan, mengelola, mendistribusikan banyak informasi dan bermanfaat bagi individu dan masyarakat luas. Sebaikna dalam melakukan publikasi online harus menjunjung tinggi dan menghormati beberapa point dibawah ini :

  • Nilai kemanusiaan
  • Kebebasan Berekspresi
  • Perbedaan dan Keragaman
  • Norma Masyarakat
  • Hasil Karya Orang Lain
  • Hak Individu atau Lembaga
  • Kejujuran
  • Tanggung Jawab

 

 

2.) #PTI Plagiarisme

          Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Plagiarisme adalah penjiplakan yang melanggar hak cipta, yaitu hak seseorang atas hasil penemuannya yang dilindungi oleh undang-undang. Plagiat adalah pengambilan karangan, pendapat dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan atau pendapat sendiri. Misalnya, menerbitkan karya tulis orang lain atas nama dirinya sendiri. Orang yang melakukan plagiat disebut plagiator atau penjiplak. William L. Kibler (1993) mendefinisikan plagiat sebagai ketidakjujuran akademik dan satu bentuk penipuan yang digunakan ramai pelajar tanpa memberi kredit kepada penulis asal dalam tugasan mereka dan mengakuinya sebagai hasil karya sendiri.

          Berikut adalah beberapa contoh dari plagiarisme, yaitu :

1.

Copy paste tulisan/artikel/posting milik orang lain yang diperoleh dari internet tanpa mencantumkan nama pemilik karya cipta tersebut.

2.

Mengganti nama pemilik karya tulis dengan nama sendiri atau nama lain dalam tulisan yang disalin/disitasi.

3.

Menyalin sama persis tulisan orang lain dalam tulisan yang kita buat, tanpa ada sedikitpun perbedaan kata.

4.

Menggunakan ide milik orang lain berupa gambar, foto, video, audio, grafik, tabel  dan sebagainya tanpa mencantumkan sumber aslinya.

5.

Menuliskan hasil penelitian orang lain dengan menggunakan kalimat sendiri tanpa mencantumkan sumber atau nama pemilik karya/hasil penelitian tersebut.

6.

Membeli hasil karya orang lain kemudian menyebarluaskan hasil karya tersebut atas nama pribadi.

7.

Mengubah hasil karya orang lain berupa tulisan tanpa seizin dari pemiliknya.

8.

Dan masih banyak lagi contoh pencurian hak kekayaan intelektual orang lain berupa tulisan lainnya, yang tidak mencantumkan nama pemilik sahnya untuk kemudian disebar luaskan kepada orang lain.

 

          Laurie Stearns (1998) mendefinisikan plagiat sebagai mengambil hasil kerja penulis lain dan menyatakannya sebagai karya sendiri, gagal untuk menyatakan sumber rujukan dan mengulang guna daripada sumber asal tanpakredit secara wajar. Definisi ini dikutipnya daripada beberapa sumber termasuk Kamus Black’s Law, Kamus Oxforddan Websters’s Third New International Dictionary of the English Language Unabridged.

  • Menyalin perkataan, idea, struktur ayat, susunan dalam karya orang lain sebagai kepunyaan sendiri.
  • Mengakui karya kelompok orang lain sebagai kepunyaan sendiri.
  • Menyajikan tulisan yang sama pada masa yang lain tanpa menyebut asal usulnya.
  • Segala jenis copy paste ataupun cut paste tanpa menyebutkan sumbernya adalah plagiarisme.

 

Jenis-Jenis Plagiarisme :

Plagiarisme tidak hanya berlaku pada karya dalam bidang ilmiah saja, melainkan juga berlaku dalam bidang seni maupun budaya. Bentuknya pun juga bermacam-macam, tidak hanya sebatas tulisan saja. Menurut Sastroasmoro, (2005) dalam tulisannya menyatakan bahwa jenis-jenis plagiarisme yang dapat ditemukan adalah :

1. Jenis plagiarisme berdasarkan aspek yang dicuri:

a. Plagiarisme ide

b. Plagiarisme isi (Data Penelitian)

c. Plagiarisme kata, kalimat, paragraph

d. Plagiarisme total

2. Klasifikasi berdasarkan sengaja atau tidaknya plagiarism:

a. Plagiarisme yang disengaja

b. Plagiarisme yang tidak disengaja

 

3. Klafisikasi berdasarkan proporsi atau persentasi kata, kalimat, paragraf yang dibajak:

a. Plagiarisme ringan : <30%

b. Plagiarisme sedang : 30-70%

c. Plagiarisme berat atau total : >70%

4. Berdasarkan pada pola plagiarisme:

a. Plagiarisme kata demi kata

b. Plagiarisme mosaik.

5. Self-Plagiarsme:

a. Apabila karya sendiri sudah pernah diterbitkan sebelumnya, maka tatkala kita mengambil gagasan tersebut, semestinya dicantumkan rujukan atau sitasinya. Bila tidak, ini dapat dianggap sebagai autoplagiarisme atau self-plagiarisme.

b. Jenis plagiarism ini sebenarnya dapat dianggap“ringan”

c. Namun bila dimaksudkan atau di kemudian hari dimanfaatkan (misalnya untuk menambah kredit akademik), maka dapat dianggap sebagai pelanggaran “berat” etika akademik.

Plagiarisme Ide biasanya tidak hanya muncul dalam karya tulis ilmiah namun dalam seni atau budaya seperti sastra, lagu, musik, tari, lukis, film, drama, dan sebagainya. Hal yang paling menonjol dalam hal ini adalah plagiarisme dalam ide dan konsep.

Plagiarisme kata, kalimat, dan paragraf seperti istilahnya saja itu merupakan plagiarisme kata demi kata. Jenis ini dapat sama dalam satu kalimat, paragrafm maupun seluruh makalah.

Plagiarisme Mosaik adalah plagiarisme yang menyambungkan kalimat yang diambil dari prang lain dengan penulis lain tanpa memberi rujukan sehingga membuat kesan bahwa kalimat tersebut merupakan kalimat asli penulis.

Tindak plagiat dapat menyebabkan seseorang merasa dirugikan. Selain itu, yang bersangkutan akan kehilangan kredubulitasnya. Menurut Hukum di Indonesia, tindak plagiat dapat didakwa melanggar undang-undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta.

Menurut Pasal 1 ayat 3 Ciptaan adalah hasil setiap karya Pencipta yang menunjukkan keasliannya dalam lapangan ilmu pengetahuan, seni, atau sastra.

Menurut Pasal 12  (1) Dalam Undang-undang ini Ciptaan yang dilindungi adalah Ciptaan dalam bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra, yang mencakup :

  • Buku, Program Komputer, pamflet, perwajahan (lay out) karya tulis yang diterbitkan, dan semua hasil karya tulis lain.
  • Ceramah, kuliah, pidato, dan Ciptaan lain yang sejenis dengan itu.
  • Alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan.
  • Lagu atau musik dengan atau tanpa teks.
  • Drama atau drama musikal, tari, koreografi, pewayangan, dan pantomime.
  • Seni rupa dalam segala bentuk seperti seni lukis, gambar, seni ukir, seni kaligrafi, seni pahat, seni patung, kolase, dan seni terapan.
  • Arsitektur.
  • Peta.
  • Seni batik.
  • Fotografi.
  • Sinematografi.
  • Terjemahan, tafsir, saduran, bunga rampai, database, dan karya lain dari hasil pengalihwujudan.

(2) Ciptaan sebagaimana dimaksud dalam huruf l dilindungi sebagai Ciptaan tersendiri dengan tidak mengurangi Hak Cipta atas Ciptaan asli.

(3) Perlindungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), termasuk juga semua Ciptaan yang tidak atau belum diumumkan, tetapi sudah merupakan suatu bentuk kesatuan yang nyata, yang memungkinkan perbanyakan hasil karya itu.

 

Sumber Referensi :

http://id.wikipedia.org/wiki/Publikasi

http://www.politik.lipi.go.id/index.php/in/kegiatan/tahun-2010/170-workshop-publikasi-online

http://fr.slideshare.net/satudunia/acuan-umum-etika-online-naskah-tebet-pdf#

http://fkm.unsri.ac.id/index.php/component/content/article/2-berita/82-

http://edukasi.kompasiana.com/2013/08/24/plagiarisme-583624.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s